Sinyal penuh, kuota masih banyak, tapi alamat yang dituju tetap tidak mau terbuka. Kebuntuan seperti itu yang biasanya mendorong orang memasang aplikasi perantara, lalu menerima koneksinya jadi lebih lambat sebagai gantinya. UFO777 menempuh jalan berbeda: alamat cadangan disiapkan sejak awal, jadi ketika satu pintu tertutup, pintu berikutnya sudah bisa dipakai langsung dari peramban.
Selisihnya terasa di waktu tunggu. Tanpa lapisan tambahan, permintaan halaman berjalan langsung dari peramban ke server, sehingga muatan pertama lebih pendek dan gambar tidak berhenti separuh jalan. Di jaringan seluler yang naik turun, beda beberapa detik itu sudah cukup memisahkan halaman yang terbuka mulus dari yang harus dimuat ulang.
Perangkat yang dipakai juga berhenti menentukan pengalaman. Tata letaknya menyesuaikan lebar layar: menu berubah jadi tumpukan di ponsel, kolom melebar di laptop, dan ukuran tombol tetap nyaman baik disentuh maupun diklik. Tidak ada versi ringan yang isinya dipangkas. Bacaannya sama, hanya susunannya yang bergeser.
Konsistensi itu yang membuat perpindahan perangkat terasa biasa saja. Membaca di ponsel saat perjalanan lalu melanjutkannya di desktop tidak memaksa siapa pun mempelajari tata letak baru, karena urutan menu, posisi tombol masuk, dan letak informasi masih di tempat yang sama. Hal sekecil ini jarang disebut sebagai fitur, padahal justru itu yang membuat orang balik lagi ke ufo777.